Balikpapan Nadiku
Balikpapan, tanah berbisik mesraOmbak berlarian mencumbu dermagaAngin laut mengusap lukaMenyimpan kenangan di tiap sudutnya Di jalananmu kutemukan jejakLangkah kecil hingga
Bertutur Dalam Goresan
Balikpapan, tanah berbisik mesraOmbak berlarian mencumbu dermagaAngin laut mengusap lukaMenyimpan kenangan di tiap sudutnya Di jalananmu kutemukan jejakLangkah kecil hingga
Di tanah tinggi yang memeluk langitWonosobo, jiwa yang sunyi bertaut eratKabut pagi menari di antara lembahHeningnya menyapa, menghangatkan jiwa yang
Jangan ajarkan aku tentang sabar,aku sudah terlalu sering belajar tanpa guru.Aku pernah kecewa,berulang kali, tapi tak pernah memilih pergi.Hatiku retak,
Jangan ajarkan aku tentang sabaraku pernah kecewa, tapi aku tak pernah pergiKupikul luka yang kau beriseperti duri yang menancap tapi
Jogja, Hati yang Tak Pernah Pergi Di bawah langit teduh Jogja,langkah-langkah kenangan berpijak di aspal tua.Sepanjang Malioboro yang ramai,angin membawa
Malam tiba menyelimuti semesta,Gelap merangkak, menelan senjaBulan melukis senyum di langit hitamBintang-bintang berdansa dalam diam Angin malam berbisik lirihMenyentuh hati
Laki-laki tak berceritaia simpan luka di balik senyummenjahit retak dengan diammeneguk pahit tanpa rintih Matanya lautan rahasiaombak gelisah tak pernah
Di antara bayang sejarah yang terpatriLangkahmu bergema di jalanan sunyiKota Melayu Deli menyimpan rinduDalam alunan syair yang pilu Jalan Kesawan
Memandangmu, aku terperosok ke dalam jurang cinta Kamu, melati berduri, indah namun penuh bahaya Terpesona, namun harus berhati-hati Salah petik,
Sepenggal kisah cinta kitaKini telah hilang sirna ditelan sang suryaMeski pernah ku kecap bahagia dengannyaTapi kini harus ku telan pahitnya