Pada Diam Sepiku
Kelakar kita dulu datang menjenguk lewat bayangmu mendekap sepiku membawa diriku jauh sekali ke hulu memapah rindu dalam sendu yang
Bertutur Dalam Goresan
Kelakar kita dulu datang menjenguk lewat bayangmu mendekap sepiku membawa diriku jauh sekali ke hulu memapah rindu dalam sendu yang
Aku memanggilmu sayang Karena bayangmu begitu merondai sekian lekuk waktu dan sejuta harap yang membalutku Sayangku tanpa tahumu kau kudendangkan
Rumahku Negeriku Bangsaku, adalah surgaku Disini Anak cucuku Anak cucumu Anak anak cucu kita semua Akan lahir tumbuh besar dan
Kutahu tak ada yang dapat menunda ajal Kutahu batas usia tak bisa melampaui takdir Kutahu semua sudah ketentuan yang pasti
Padamu Disana ingin kuceritakan tentang mimpi mimpiku tentang nyanyi sunyiku entang lantung doaku kepadamu Namun aku tak sanggup melewati tatap
Malam ini aku begitu rindu candamu Sedang kutahu kini kau tak sendiri lagi Namun bayangmu tak kuasa kuhalau Dari rimbun
Sungguh telah begitu jauh kita berlayar di telaga rindu Tanpa janji akan di tepian mana kita berlabuh Atau akan kita
Kau di tenggara kota Malam ini aku begitu rindu candamu Sedang kutahu kini kau tak sendiri lagi Namun bayangmu tak
Terasa aku begitu jauh merangkak dari KiblatMu Tangan lunglai dibalut selimut dosa Di hampar keangkuhan yang melilit hingga hanyut pada
Langkah akan sampai ketapal batas Suara mulai serak kalaupun lantang Tak ada ruang tempatnya singgah Walau menyentuh hanya sepoi Hinggap