Jangan Ajarkan Aku Tentang Sabar
Jangan ajarkan aku tentang sabaraku pernah kecewa, tapi aku tak pernah pergiKupikul luka yang kau beriseperti duri yang menancap tapi
Bertutur Dalam Goresan
Jangan ajarkan aku tentang sabaraku pernah kecewa, tapi aku tak pernah pergiKupikul luka yang kau beriseperti duri yang menancap tapi
Di balik sunyi malam yang beku,terdengar jerit hati yang tak bersuara.Seakan dunia enggan mendengar,rintih yang terkurung di dada. Tiada air
Di antara gemuruh waktu yang berlaluterdengar bisik rindu yang tak pernah jemuBayangmu hadir di sela angin senjamenggugah hati yang lama
Bayangmu hadir di senja yang pudarmenyusup pelan dalam ingatan yang rapuhAda rindu yang tak tahu arahmenghantui sunyi di sudut waktu
Laki-laki tak berceritaia simpan luka di balik senyummenjahit retak dengan diammeneguk pahit tanpa rintih Matanya lautan rahasiaombak gelisah tak pernah
Aku tahu semuanya telah berakhir, tak ada lagi yang tersisaAku tahu, kini kamu telah memiliki yang lainKarena aku tahu, banyak
Memandangmu, aku terperosok ke dalam jurang cinta Kamu, melati berduri, indah namun penuh bahaya Terpesona, namun harus berhati-hati Salah petik,
Sepenggal kisah cinta kitaKini telah hilang sirna ditelan sang suryaMeski pernah ku kecap bahagia dengannyaTapi kini harus ku telan pahitnya
Kelakar kita dulu datang menjenguk lewat bayangmu mendekap sepiku membawa diriku jauh sekali ke hulu memapah rindu dalam sendu yang
Rumahku Negeriku Bangsaku, adalah surgaku Disini Anak cucuku Anak cucumu Anak anak cucu kita semua Akan lahir tumbuh besar dan