Rasa yang Berakhir

Kita tak pernah benar-benar mengerti cinta.
Indahnya hanya di awal,
Delapan bulan kebersamaan ini, tak ada sedikit pun kebahagiaan yang kita rasakan.
Neraka seakan menyelusup di antara kita,
Jurang yang menganga lebar,
Membuat kita terjatuh jauh.

Terluka menjadi bagian yang terus mencabik jiwa,
Airmata ini sudah lama mengering,
Namun jalan yang kita tempuh semakin sulit dilalui.
Kita akan melupakan semua yang pernah kita lalui bersama—
Pegunungan yang kita daki,
Padang-padang mimpi yang pernah kita jelajahi.
Mimpi yang kini tak akan pernah menjadi kenyataan.

Adakah orang yang akan bertanya tentang kita,
Ketika aku tak pernah menulis satu kata untukmu?
Adakah yang akan mencari nama kita,
Saat kau tak lagi meninggalkan kesan di hatiku?

Adakah rasa yang salah di antara kita?
Tak ada yang salah di antara kita.
Kita hanya seperti burung camar yang terus mencari makan
Di tepi pantai yang indah,
Nikmat, namun tak pernah membuat kita kenyang.

Ku usapkan telapak tanganku ke wajahmu yang hampa,
Meski aku ketakutan kehilangan nafasmu,
Nafas yang selama ini mengalir dalam tubuhku.
Semua ini adalah dosa kita—
Pilihan kita, kata-kata yang kita ucapkan,
Berpisah karena rasa yang telah lama berakhir.

1 thought on “Rasa yang Berakhir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *