Ketika memilih,
kita pun harus siap menanggung konsekuensinya.
Sebab setiap arah yang ditunjuk hati,
menyimpan jejak yang harus dijalani.
Ketika bertutur,
kita pun harus siap dicela.
Sebab kata adalah cermin,
dan tak semua orang suka pada pantulannya.
Ketika melangkah,
kita pun mesti siap pada segala kemungkinan.
Jalan tidak selalu rata,
kadang menusuk kaki,
kadang memeluk mimpi.
Hidup, pada akhirnya,
selalu tentang pilihan.
Dan keberanian untuk memutuskan
adalah pintu menuju kedewasaan.
Belajarlah meneguhkan hati,
sebab setiap keputusan—kecil atau besar—
akan menjadi bagian dari hidup
yang kelak kita sebut:
kisah yang pantas diperjuangkan.
Dibuat 26 Maret 2008