Terperangkap Masa Lalu
Di antara gemuruh waktu yang berlaluterdengar bisik rindu yang tak pernah jemuBayangmu hadir di sela angin senjamenggugah hati yang lama
Bertutur Dalam Goresan

Di antara gemuruh waktu yang berlaluterdengar bisik rindu yang tak pernah jemuBayangmu hadir di sela angin senjamenggugah hati yang lama
Bayangmu hadir di senja yang pudarmenyusup pelan dalam ingatan yang rapuhAda rindu yang tak tahu arahmenghantui sunyi di sudut waktu
Laki-laki tak berceritaia simpan luka di balik senyummenjahit retak dengan diammeneguk pahit tanpa rintih Matanya lautan rahasiaombak gelisah tak pernah
Aku tahu semuanya telah berakhir, tak ada lagi yang tersisaAku tahu, kini kamu telah memiliki yang lainKarena aku tahu, banyak
Di antara bayang sejarah yang terpatriLangkahmu bergema di jalanan sunyiKota Melayu Deli menyimpan rinduDalam alunan syair yang pilu Jalan Kesawan
Memandangmu, aku terperosok ke dalam jurang cinta Kamu, melati berduri, indah namun penuh bahaya Terpesona, namun harus berhati-hati Salah petik,
Sepenggal kisah cinta kitaKini telah hilang sirna ditelan sang suryaMeski pernah ku kecap bahagia dengannyaTapi kini harus ku telan pahitnya
Kelakar kita dulu datang menjenguk lewat bayangmu mendekap sepiku membawa diriku jauh sekali ke hulu memapah rindu dalam sendu yang
Saya mendapat kesempatan yang luar biasa untuk mengunjungi Kota Malang, dan perjalanan ini mengukir kenangan yang tak mudah terlupakan. Bersama
Aku memanggilmu sayang Karena bayangmu begitu merondai sekian lekuk waktu dan sejuta harap yang membalutku Sayangku tanpa tahumu kau kudendangkan